DAMPAK KALI CILIWUNG TERHADAP LINGKUNGAN
Ditengah-tengah kota yang padat penuh dengan asap-asap dan debu kendaraan terlihat kali yang cukup besar dengan luas lokasi 3,5 meter dan kedalaman 3,5 meter diatas permukaan laut. pada saat itu keadaan air cukup tenang tetapi dipinggiran kali yang biasa disebut dengan kali ciliwung itu terdapat tumpukan sampah dengan bau-bau yang cukup menyengat.
Hal ini disebabkan oleh orang-orang yang tidak memiliki hati terhadap lingkungan,padahal perbuatan yang mereka lakukan dapat mengakibatkan dampak-dampak yang cukup besar yang nantinya dapat merugikan diri mereka sendiri.disekitar wilayah kali ciliwung tersebut juga terlihat ratusan rumah yang sangat padat sekali yang dihuni oleh puluhan kepala keluarga,merekalah orang-orang yang tidak memiliki tata krama terhadap lingkungan.Pernah diperkirakan pada bulan februari 2007 air pada kali tersebut akan meluap dan bisa dikatakan Jakarta akan tergeram.Itulah penuturan yang diberikan oleh bapak Parjono selaku ketua yang menjaga kawasan pintu air kali Ciliwung tersebut,luas lokasi pada kali Ciliwung ini 3,5 meter dengan kedalaman 3,5 meter diatas permukaan laut.Bila sampah-sampah yang ada dipinggiran kali tersebut tidak secepatnya ditarik keatas maka air akan semakin meluap,karena ditambah dengan air kiriman dari kali-kali yang berada dikawasan bogor Jawa Barat,salah satunya adalah kali Krukut,Bendung,dan Katu Lapas.Salah satu faktor penyebab terjadinya banjir dijakarta adalah karena kawasan Jakarta ini berada dibawah permukaan laut.Setelah sampah-sampah yang berada dikali Ciliwung ini diangkat,barulah pintu airnya dibuka.Air yang dating dari Bogor berkisar selama 11 jam untuk sampai kekali Ciliwung ini.
Mungkin bila masyarakat yang berada dikawasan tersebut sayang terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan khususnya dikali Ciliwung tersebut maka musibah banjir tidak akan terjadi. Diprediksikan bila ketinggian air sudah melebihi 750 cm itu merupakan siaga 3 lalu bila ketinggian air 850 cm itu barulah siaga 2. Para penjaga pintu air kali Ciliwung ini bekerja sangat optimal,mereka bekerja selama 24 jam yang dibagi kedalam 3 shift dan sekali bekerja terdapat 2 orang. Hal ini bisa dibilang cukup meningkat,padahal dulunya para penjaga pintu air kali Ciliwung ini bekerja 1 hari 5 orang. Pada tahun 1997 para petugas pintu air dikali Ciliwung ini mengangkut sampah dari kali keatas dengan menggunakan alat yang disebut Krenela,tetapi ternyata alat tersebut tidak bekerja secara efektif,karena dia hanya bisa mengangkut sampah-sampah yang berbentuk halus saja. Tetapi saat ini dipintu air kali Ciliwung telah disediakan alat yang disebut Exsapator,alat ini cukup banyak membantu para petugas. Makanya para petugas tidak terlalu membuang tenaga yang sangat banyak untuk mengangkut sampah dari kali keatas dan juga dapat bekerja secara maksimal.
Dengan adanya alat Exsapator pak Parjono selaku kepala bagian dipintu air kali Ciliwung tersebut dengan mudahnya memantau kinerja anak buahnya dari kantornya saja,tanpa turun kelapangan. Pak Parjono sudah bekerja dipintu air kali Ciliwung ini kurang lebih 2 tahun. Sampah-sampah yang mengapung pada kali Ciliwung tersebut diangkut berdasarkan jumlah volumenya,biasanya pengangkutan sampah-sampah itu dilakukan pada malam hari kira-kira sekitar pukul 3 pagi,yang diangkut oleh truk sampah menuju tempat pembuangan sampah dikawasan Bekasi Jawa Barat. Setiap jamnya pak Parjono
melaporkan keadaan kali Ciliwung ini kedinas PU dari departemen PU. Itulah situasi kali Ciliwung yang berada dikawasan Jakarta Selatan yang cukup memberikan dampak besar terhadap musibah banjir bagi masyarakat yang berada dikawasan sekitarnya.
ADITYA SEPTIAN (206.612.028)

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda