Jumat, 28 November 2008

KETIKA MENDUNG EMOSIKU STABIL

Dari kejauhan terlihat begitu jelas warna – warni yang menghiasai tempat itu ia terlihat begitu tenang ( kali Cilliwung ) benda – benda itu kebanyakan berwarna putih hingga terlihat dari sudut manapun kita melihatnya ( sampah yang mengapung di kali ),entah memang ini tempat yang pas untuk mereka tempati apa memang sudah tidak ada tempat untuk menampung mereka lagi atau mungkin karena unsur kesengajaan mahluk yang di anggap paling sempurna di bumi ini ( Manusia )
Andai ia bisa bicara ( kali cilliwung ) ia pasti ingin menjerit karena di perlakukan seperti itu ( tidak terawat dan sampah yang menjamur ) ia juga ingin tenang ,bersih dan tidak terusik, namun nampaknya semua itu begitu sulit karena tetangga dekatnya selalu melempar bekas makanan ke tempat ini ( kali ) ,ia hanya bisa diam dan memendam semua amarahnya ( debit air rendah ).
Di sekitar pintu air manggarai terlihat tembok tua yang di bangun pada zaman Belanda, batu – batu yang menempel pada bangunan itu masih terlihat begitu kokoh meski ada beberapa bagian yang sudah bolong karena lapuk termakan usia, meskipun demikian bangunan ini tidak kehilangan ciri khasnya yang menunjukkan bahwa ini merupakan bangunan zaman dahulu kerana batu – batu yang menempel dan jari – jari yang di tarik dari atas hingga ke dasar pingir sungai masih terlihat begitu gagah dan begitu perkasa untuk melindungi hal – hal yang tidak di inginkan ( agar tidak terjadi longsor ).
Hari ini ( 26 Nopember 08 ) langit begitu mendung, khususnya daerah manggarai tepatnya di pintu air manggarai di iringi rintik hujan terlihat dari kejauhan ( kurang lebih 1 meter ) di luar pagar lima pria itu sibuk merapikan kayu – kayu yang sudah di potong dan memasukkannya ke dalam mobil bak, satu di antara mereka hanya berdiri dan melihat teman – tremannya yang sedang bekerja sesekali ia tersenyum dan hanya mulutnya saja yang terlihat komat – kamit ( membicarakan sesuatu ), laki – laki itu terlihat sudah tua ( rambutnya ubanan ) dan memakai jaket hitam namun tetap gagah dengan dadanya yang lapang ( gemuk ) parjono namanya ia adalah salah – satu pegawai yang bertugas di pintu air manggarai sedangkan empat orang lainnya yang sedang merapikan kayu – kayu itu adalah mereka yang membeli kayu – kayu yang di bawa oleh air kali cilliwung dari hulu pada saat emosinya tinggi ( tekanan tinngi mengakibatkan banjir 14/15Nopember 08 ), ketika petugas itu ( pak parjono ) melihat kedatangan beberapa anak mudah ( Mahasiswa ) ia langsung tersenyum walau di benaknya menyimpan beberapa pertanyaan ( bingung ), mungkin karena baru kali ini ia melihat dan bertatap muka.
Pak marjono begitu antusias menjelaskan kondisi pintu air manggarai, ia begitu rama ( selalu tersenyum kadang di selingi canda ), saat ini Debit air rendah ( parjono ) di bawa 700 cm, aliran air mengalir dari banjar kanal - ke laut, banjir sering terjadi di Jakarta bahkan mungkin hampir setiap musim hujan selalu terjadi karena Jakarta terletak 3,5 meter di atas permukaan Laut, dan air datang dari Bogor.
Tepat di samping kali terdapat POS Pemantau yang berfungsi untuk mengontrol tinggi rendahnya tekanan air,karena setiap satu jam sekali hal ini harus selalu di laporkan ke PU dan Dinas PU, jumlah pegawai yang bertugas di sini ada lima orang termasuk pak parjono, dengan jasa lima orang ini keadaan air harus di control selama 24 jam jadi mereka di bagi dalam tiga ship,1,2,2 .
Air datang dari Bogor memakan waktu 11 jam, dari Pos Pemantau Depok memakan waktu 6 jam,dengan waktu 11 dan 6 jam inilah petugas pintu air yang ada di manggarai punya waktu untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Standar normal air untuk pintu air manggarai yaitu 750 cm, untuk daerah Depok 200 cm, dan Katulapa 80 cm, Daerah-daerah yang berpotensi tergenang yaiu daerah Rajawati, kalibata, pangedengan, kebon baru, kampong melayu, an bukit duri, sedangkan prasarana yang perlu pengendalian yaitu Pintu air manggarai, pintu air Istiqlal, Jeb merah, pintu air tanki, pasar ikan, dan pompa pluit .
JIka ketinngian air lebih dari 750 cm, kondisi seperti ini sudah termasuk siaga 3, dan petugas sendiri sudah siap siaga, sedangkan ketinggian air sudah di atas 850 cm sudah termasuk siaga 1,dan petugas harus lebih hati-hati.
Sirklus banjir tahunan terjadi setiap 5 tahun sekali, pada februari 2007 air menguap dan pada saat itu jakartra bisa di katakan tergenang ,di samping hujan turun begitu lebat dan lautpun dalam keadaan pasang, tidak hanya itu saja kondisi lingkungan juga sangat tidak terawat entah kapan sungai ini terlihat jernih mungkin pada zaman Belanda kata pak parjono sambil ketawa,kondisi air yang kotor ( berwarna cokelat ) bahkan terkadang terlihat hitam pekat kata pak parjono sungguh memprihainkan, sampah-sampah bertumpuk di pintu air yang di tutup seperi jamur,karena sat ini pintu air manggarai dalam keadaan bukaan dua.
hal seperti ini menjadi tugas Exsapator untuk mengangkatnya keatas setelah terkumpul banyak berdasarkan volume atau muatan truk baru sampah-sampah ini di bawa ke Bekasi biasanya di lakukan pada malam hari lebih sering jam 3.00 pagi, dulu exsapator ini di datangkan jika di perlukan saja tapi sekarang exapator ini khusus di tempatkan di pintu air manggarai karena jika menggunakan exapator kerjanya lebih efektip di bandingkan dengan alat yang lain seperti krenela, krenela sendiri sudah ada sejak tahun 2007, karena sampah-sampah yang di bawa oleh air ini tidak semuanya halus terkadang kayu dan lain-lain maka krenela ini tidak dapat bekerja secara efektif, dan pengelolaan sampah ini bersifat swasta,





Nama : Zelvi okta fitriani
Nrp : 206.612.024

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda