Jumat, 14 November 2008

ROBIN DAN AVATAR SENANG BERMAIN

Robin dan Avatar adalah dua ekor anak harimau Bengala jantan umur satu tahun yang ada di penangkaran Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan.

Terdengar samara-samar suara raungan dari balik pagar biru yang melingkar, pagar kandang penagkaran tersebut berada di tempat yang aga membukit sebelah kiri dari jalan setapak berukuran dua meter yang dilapisi batu konblok dari arah kandang penangkaran singa. Bila berjalan kaki dari pintu Barat Ragunan sekitar setengah jam untuk sampai ke kandang penangkaran Harimau, tetapi akan lebih cepat sampai bila lewat pintu timur, karena dekat dari pintu Timur Ragunan. Cuaca cerah hari itu, raungan tersebut ternyata Robin, seekor anak harimau Bengala jantan dari suku Filedae yang berumur satu tahun. Robin sedang bermain dengan saudaranya harimau bengala juga yang berumur sama dengan Robin, itu Avatar.

Terlihat dari balik pagar pembatas pengunjung, besi bulat bewarna biru yang catnya di beberapa bagian sudah mengelupas dan berkarat itu ada Robin dan Avatar. Kandang penangkaran berukuran 200 meter dengan kedalaman dua meter dari pagar pembatas pengunjung. Juga terdapat kolam air berwarna hijau tua karena di penuhi lumut, dengan tiga anak tangga ditangah yang panjang mengelilingi separuh kandang tersebut, sedalam satu meter dan lebar dua meter, ”itu pun Robin dan Avatar masih bisa loncat hampir ke pagar pembatas pengunjung” kata salah satu perawat harimau, Herman Jumadi dan yang satu lagi biasa di panggil Mas Jiteng.

Robin dan Avatar senang bermain kejar-kejaran kesana kemari dan kadang sesekali bercengkrama. Harimau bengala merupakan hasil persilangan antara indukan Harimau Bengal putih, jantan dengan Harimau Bengal merah, betina. Robin dan Avatar lahir Bulan Juli 2007, ” Si Robin lahir duluan” ujar Herman, masa usia kawin Harimau Bengala adalah empat tahun dan kawinya dengan indukan lain. ”Biasanya sekali lahir Harimau Bengala itu dua sampai lima ekor” kata herman

Kedua orang tua Robin dan Avatar bernama, Sultan dan Wengga, penyebaran Harimau ini, mulai dari sungai Indus di Pakistan dan menyebar sampai ke irrwodli dan Birma bagian barat. Perkembang biakan Harimau Bengala, masa buntingan adalah 105-115 hari dan lama hidup harimau ini 10 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran bisa mencapai 20 tahun, berat 250 kilo dan status harimau ini langka.

”bila Harimau sudah berumur empat tahunan sering terjadi perkelahian antara Pejantan, karena sudah beranjak dewasa Harimau saling berebut daerah kekuasaan dan waktu ingn kawin” kata pria yang menangani delapan harimau Bengala itu. Harimau menandakan daerah kekuasaanya dengan mengencingi tempat-tempat yang dia kuasai. Herman sejenak pergi ke belakang kandang penagkaran lalu, Cbyur...Herman melemparkan seeokor ayam kedalam kandang robin dan Avatar. Serentak Robin berlari kencang lalu melompat kedalam kolam dan menerkam ayam yang di lemparkan oleh Herman, Avatar juga ikut berlari untuk mendapatkan ayam yang dilemparkan ke dalam kandang, namun Robin lebih cepat sampai ke kolam karena jarak Robin lebih dekat dengan jatuhnya Ayam yang dilemparkan oleh Herman.

Dengan lahap Robin melahap Ayam tersebut yang sebelumnya sudah di sembelih terlebih dahulu oleh Herman. Ketika Robin sedang melahap mangsanya terdengar suara menggeram, itu dilakukan agar makanannya tidak di rebut oleh Avatar. Cbyur...Herman melemparkan seekor Ayam lagi kedalam kandang, lalu segera dengan cepat Avatar menyambar mangsa yang diberikan oleh Herman. Harimau makan satu kali sehari, satu porsi makan Harimau lima kilo daging untuk yang dewasa. Sedangkan untuk Robin dan Avatar empat kilo daging, karena belum dewasa. Menu makan Harimau tiap hari berubah-ubah, kadang daging Sapi, daging Babi dan Ayam, untuk seekor Ayam Harimau dapat menghabiskan hanya dengan waktu lima menit.

Di sebelah kanan tidak jauh dari tempat herman berdiri yang sedang mengawasi Robin dan Avatar, Terlihat Mas Jiteng seeorang perawat Harimau juga, sedang duduk di pinggir jalan setapak untuk para pengunjung melihat Harimau. Sambil menghisap sebatang roko dan menikmati teduhnya di bawah pohon yang ada di belakangnya, pria berkulit hitam ini terlihat santai menikmati pekerjaanya sebagi perawat Harimau ”Kalau buat saya sih...Harimau itu Istri ke dua saya di sini, dan saya juga sayang sama Harimau” kata Mas Jiteng sambil tersenyum-senyum.

Robin dan Avatar masih asik bermain berlarian salaing mengejar, sejenak meregangkan tubuhnya dan berbaring sambil mengawasi sekitarnya di atas jembatan yang di tengahnya terdapat lubang besar untuk di lewati Harimau dan terdapat empat tiang penyangga berbentuk pohon yang tinggi menjulang. Itu merupakan fasiitas arena bermain Harimau yang di disain khusus, selain untuk arena bermain Harimau, jembatan tersebut juga untuk mempermudah para pengunjung yang datang ketika melihat Harimau. Selain jembatan tersebut, terdapat juga sebuah pohon Sengon besar sebagi tempat berteduh Harimau di kandang penangkaran itu dan dengan tanaman parasit seperti akar yang jatuh teruntai kebawah dari pohon Sengon. ”Yah walaupun engga semirip habitat aslinya, Harimau disini sudah merasa nyaman kok, dengan keadaan kandang penangkaran ini” kata Herman, ia lalu kembali mengawasi Robin dan Avatar.

Sudah pukul 15:00, Herman beranjak pergi dari pagar pembatas untuk mempersiapkan memasukan Robin dan Avatar ke kandang karantinanya masing-masing. Kebun Raya Ragunan tutup pukul 16:00, dan Harimau tidak boleh di biarkan berada di luar kandang penangkaran. Karena bila hujan turun Hariamau bisa terserang penyakit dan Harimau juga takut dengan petir.

”Robiiiiin......Avataaaar....” teriak Herman memanggil rawatannya untuk segera keluar dari kandang penangkaran besar dan masuk kedalam kandang karantinanya masing-masing. Tdak lama kemudian, Mas Jiteng beranjak dari singgasananya di bawah pohon untuk membantu Herman memasukan Robin dan Avatar.

Setelah memasukan Robin dan Avatar ke dalam kandang karantinanya masing, serta mengecek smuanya dalam keadaan baik. Herman lalu akan bergegas pulang dan Mas Jiteng pualang ke tempat Istri Pertamanya.

Penulis : Eka Irawan (206.612.021 )

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda