ROBIN DAN AVATAR DARI BENGGALA
Siang itu tepat pukul 13.00 keadaan Kebun Binatang Ragunan terlihat tampak sepi hanya ada beberapa pengunjung karena hari kerja. Cuaca disana tampak mendung dan sempat turun hujan.
Setelah berjalan beberapa meter, terdengar suara mengaung dari kandang paling belakang dekat pintu Selatan. Ternyata kandang tersebut adalah tempat Harimau tinggal. Di dekat kandang tersebut, juga terdapat penangkaran harimau. Disamping penangkaran, terlihat beberapa orang yang menjaga tempat tersebut. Salah satu dari mereka bernama Herman Jumadi. Lelaki yang lahir pada tanggal 03 November 1977 ini adalah lulusan Gunadarma S1 Ilmu Komputer. Sejak tahun 2003 tepatnya pada bulan Agustus, Bang Herman sudah bekerja di Kebun Binatang Ragunan khususnya dikandang harimau. Herman Jumadi yang biasa dipanggil Jukiper ini, sudah bekerja selama 5 tahun dan dalam proses menjadi PNS. Tiap hari Ia bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore untuk merawat Harimau.
Banyak suka duka yang dialami Bang Herman seorang Jukiper ini. ”Senang berdekatan dengan harimau”, kata sang Jukiper ini sambil tersenyum. ”Capek dan kalau bercanda kadang sampai melukai Saya”, kata lelaki yang berumur 31 tahun ini.
Biaya yang diperlukan untuk merawat Harimau sangat besar. ”Kira-kira, 12 juta satu Harimau per Bulan”, kata Jukiper. Ternyata, biaya yang diperlukan untuk merawat Harimau per Bulan dapat dikatakan lebih besar daripada biaya kebutuhan hidup manusia.
Suasana disini semakin sepi dan udara yang berhembus semakin dingin. Terlihat dua harimau di dalam penangkaran. ”Luas penangkaran Harimau ini, 200 meter setiap 1 pragaan”, kata Jukiper. Keadaan penangkaran yang penuh dengan pepohonan dan rumput itu, terlihat bersih dan sejuk. Terdapat pula genangan air yang dibuat khusus agar Harimau tidak dapat memanjat dinding penangkaran. Selain itu, terdapat pula kayu-kayu yang ada dalam penangkaran tersebut. ”Kayu-kayu itu untuk tempat Harimau menggaruk-garuk tubuhnya”, kata sang Jukiper. Penangkaran tersebut, dibuat tidak sesuai dengan habitat aslinya. Walaupun demikian, Harimau tetap hidup dan bermain dalam Penangkaran tersebut. Buktinya, Harimau dapat hidup selama 15 tahun di dalam Penangkaran. Sedangkan jika Harimau yang hidup di hutan hanya berumur hingga 10 tahun.
Masih dalam suasana sepi dan sejuk, terlihat dua Harimau yang sedang asyik bermain. Harimau tersebut bernama Robin dan Afatar. Harimau yang diberi nama oleh Jukipernya sendiri, berjenis kelamin jantan. Mereka lahir dari perkawinan silang antara Harimau Benggala Merah Jantan dengan Harimau Putih Betina yang bernama Sultan dan Wengga. Kedua Harimau tersebut berumur 1 tahun, dimana Robin lebih tua daripada Afatar. Tiap hari, Robin dan Afatar diberi makan oleh Jukiper. Makanan Robin dan Afatar adalah Ayam, daging Sapi dan daging Babi, yang tiap harinya berganti-ganti menu. Uniknya, kedua Harimau tersebut dapat bertahan hidup setiap harinya walaupun hanya biasa diberikan makan satu kali dalam sehari. Makanan favorite Robin dan Afatar yaitu daging Babi. Kadang-kadang, Robin dan Afatar mendapat makanan tambahan yang diberikan Jukiper karena permintaan dari para pengunjung.
Selain itu, Robin dan Afatar diberi obat dan vitamin yaitu obat cacing, Vitamin C, B1, B2 untuk menjaga tubuhnya dan mencegah timbulnya penyakit. Penyakit yang biasa rentan terhadap Harimau adalah Diare dan Cacingan. Jika Harimau-Harimau tersebut terserang penyakit, ada tim medis khusus dari Kebun Binatang Ragunan yang mengatasi langsung. Dalam proses pemeriksaan Harimau yang terserang penyakit, biasanya disuntik dahulu sebelum tim medis memeriksa. ”Agar Harimau tidak berontak”, kata Jukiper.
Harimau-Harimau yang hidup dalam penangkaran tersebut, lebih besar daripada Harimau lain. Jumlah Harimau Benggal yang ada dalam kandang tempat dimana Harimau tinggal berjumlah 15 ekor dari dua jenis yaitu jenis Benggala dan Harimau Putih. ”Luas kandang, 4x4 meter tempat Harimau beristirahat”, kata Jukiper. ”Ada 9 kandang”, ujar Jukiper lagi. Setiap pukul 06.00, Harimau keluar dari kandang ke Penangkaran untuk bermain. Dan setiap pukul 15.00, Harimau masuk ke dalam kandang untuk diberi makan.
Harimau mempunyai masa kehamilan 105 sampai 115 hari (3 bulan). Biasanya, proses kelahiran Harimau ditandai dengan Harimau Betina resah dan nafsu makan berkurang atau tidak ada. Setiap bayi Harimau yang lahir mempunyai data-data yang lengkap. Bayi Harimau yang baru lahir diberi susu dicampur ati mentah setiap tiga kali sehari. Cara bayi Harimau minum susu, sama halnya dengan manusia, yaitu dengan menggunakan dot atau botol. Setelah berumur 4 tahun, Harimau dapat berkelahi dengan sesama teman atau saudaranya karena mengalami masa Puber. Jika sedang berkelahi, cara memisahkan adalah dengan memancing memberi makan ayam dalam kandang yang terdapat pohon jinjing. Selain itu, terdapat pula tempat penanganan bayi-bayi binatang yang tidak dirawat oleh ibunya. Tempat tersebut disebut Nursary. Terdapat pula Kantor Kesehatan Hewan, tempat Harimau yang sudah mati dibekukan untuk bahan observasi.
Hal yang paling ditakuti oleh Harimau adalah petir besar. ”Biasanya, jika ada petir besar, Harimau yang ada dalam Penangkaran, langsung masuk ke kandang”, ujar Jukiper sambil tersenyum. Ternyata, ada juga hal yang ditakuti dari Harimau yang terkenal dengan Binatang yang Galak dan menyeramkan ini.
Miky Anjarsari
206.612.036
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda