Jumat, 14 November 2008

Novani dwi sesari

206.612.124

Santai Sore Ala Robin & Avatar

Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, motor vario melaju dengan kencang. Akhirnya tiba dipintu timur Ragunan dan membayar tiket masuk sebesar Rp 12.000, harga tiket itu termasuk dua orang dan motor. Memasuki area, kami segera melangkahkan kaki menuju kandang gajah, karena sebagian teman-teman rombongan kelas jurnalistik, dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” telah berkumpul disana.

Uang yang kami keluarkan, terbayar dengan suasana yang sejuk serta pemandangan yang sepi, karena ditunjang dengan pengunjung yang tidak memadati area seperti di akhir pekan.

Kalau pun ada, sebagian besar pengunjung rata-rata pelajar, dengan mengajak pasangannya. Sepertinya area ragunan cocok sekali dijadikan tempat “memadu kasih”.

Ragunan dihuni oleh lebih dari 260 jenis satwa, termasuk satwa yang langka dan terancam punah dari Indonesia maupun dari sebagian dunia. Jumlah keseluruhannya adalah 3122 ekor satwa, termasuk burung-burung..

Di siang itu mereka terlihat asyik bercanda dan kejar-kejaran, sesekali mereka merebahkan badannya yang besar dan berbulu diatas rumput hijau dibawah pohon untuk berteduh dari teriknya sinar matahari. Avatar dan Robin. Nama kedua harimau itu

Kandang berukuran 200 m2 ini dilapisi beton pagar besi karatan. Dinilah kedua harimau jenis bengala ini tinggal. Teman-teman sejenis mereka pun tinggal tak jauh dari situ. Sepi. Letaknya yang terpencil dari kandang lainnya membuat pengunjung enggan untuk menengok kakak beradik ini.

Juli 2007 bulan kelahiran mereka. Robin lahir terlebih dahulu disusul Avatar. Tak terasa satu tahun sudah mereka menempati kandang berkarat di Taman Margasatwa Ragunan, yang dulunya berada di Cikini, yang kini berpindah tempat di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sekilas mereka nampak sama. Namun, “Robin yang gak ada garis putihnya di perut, tapi kalau Avatar ada garis putih diperut”, kata Herman Jumadi pengasuh kedua harimau ini. Itu yang membedakan diantara keduanya.

Setiap hari sebelum menyapa para pengunjung kedua harimau dimandikan. Meskipun nantinya badan mereka akan kotor lagi bermandikan hijaunya air bercampur lumut yang ada disekeliling kandang. Avatar mengaum. Rupanya ia mendengar suara ayam yang nantinya akan menjadi santapan siang.

“Bin, tar, sini”, kata Herman. Dengan erat dia memegang ayam yang kemudian dilempar ke kandang. Robin kalah gesit dengan Avatar. Dengan cekatan ia menangkap ayam yang dilempar Herman, dan pergi ke semak-semak menjauh dari hadapan Robin karena takut direbut.

Harimau Bengala termasuk jenis hewan karnivora pemakan daging, biasanya seekor harimau membutuhkan sekitar 6 – 7 kg daging per hari, bahkan kadang-kadang sampai 40 kg daging sekali makan. Namun kali ini Arman menghidangkan ayam untuk mereka. Kecil ukurannya tak menjadi masalah buat mereka, yang penting makan.

Robin berlari. Sekali lagi, Herman melempar ayam kedalam kandang. Kali ini tak ada saingan, Avatar masih sibuk mengunyah ayam, hanya dalam waktu 5 menit santapan tadi sudah berpindah ke perutnya.

Avatar merendahkan badannya. Ia merasa terganggu. Seekor harimau akan merendahkan badannya dan menatap tajam ke arah musuh. Rupanya Avatar tidak suka dengan salah satu pengunjung disitu.

Bias jadi Avatar dan Robin salah satu Harimau Bengala yang beruntung. Meskipun tinggal dikandang yang terkesan jauh dari habitat aslinya, mereka dijaga dan dirawat oleh Arman. Dan jauh dari tangan usil para pemburu liar.

Robin menguap. Dan segera masuk kedalam goa untuk tidur. Tak terasa hari sudah sore. Pancaran merah menghiasi langit menyembul dari matahari yang terbenam.

Avatar mengaum. Sekali lagi.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda