Jumat, 14 November 2008

Harimau Bengala di Ragunan

Kebun Binatang Ragunan yang berada di Jalan Ragunan Raya, menyimpan berbagai macam hewan. Mulai dari hewan yang jinak sampai hewan yang liar sekalipun. Salah satu contohnya adalah harimau Bengala yang berhabitat asli dari daerah Bukit Berbatu, Hutan Hujan Tropis dan Rawa Bika.

Hewan sekelas mamalia ini berbangsa carnivora atau hewan pemakan daging. Biasanya hewan ini memakan daging ayam, sapi, dan babi. Harimau ini berjenis Panthera Tigris – Tigris, mulai dari Sungai Indis di Pakistan dan menyebar ke Irrwadii dan Birma bagian barat.

Untuk dapat menemui harimau Bengala di Ragunan, kita harus datang pada jam operasional yaitu sekitar jam 08.00 sampai jam 16.00. Tepatnya di dekat pintu timur Jagakarsa atau 30 menit dari pintu barat ragunan dengan berjalan kaki.

Dalam perjalanan ke kandang harimau Bengala, saya juga menemukan bermacam – macam hewan langka lainnya seperti badak bercula satu, Jerapah dan gajah. Ini juga termasuk jenis – jenis hewan yang sedang dijaga habitatnya agar tidak punah.

Saat tiba di kandang harimau Bengala, saya disambut oleh 2 penjaga kandang tersebut yang bernama Pak Supri dan Pak Herman Jumadi. Mereka berdua adalah orang yang bertugas untuk member makanan kepada harimau, memandikannya serta membersihkan kandangnya. Tidak hanya kedua penjaga yang menemani saya, ternyata saat saya tiba ada 8 orang dewasa dan 1 orang anak kecil yang juga mengamati harimau Bengala, sama seperti saya.

Terdapat 2 Harimau Bengala dikandang yang luasnya 200 m persegi itu. Saya mendapat informasi dari petugas yang menjaga bahwa nama masing – masing dari harimau Bengala tersebut adalah Robin dan Avatar, Robin berasal dari keturunan imbriding yaitu jantan dan betinanya berasal dari induk yang sama. Robin terlihat berbeda dari avatar yang berasal dari keturunan asli harimau Bengala yaitu badannya yang kurus. Ini bukan disebabkan oleh jumlah makanan yang diberikan kepada Robin melainkan adalah efek dari perkawinan imbriding. Salah satu cirri lain yang membedakan Robin dengan Avatar adalah punggungnya yang kurus berbeda dengan Avatar yang berpunggung sedikit melengkung.

Saya terkejut saat penjaga kandang harimau Bengala hendak memberi makanan kepada Robin dan Avatar yaitu saat memanggil Robin.

“ Bin, ayo sini”. Panggil petugas kepada Robin

Robin pun mengaum menandakan ia mengerti apa yang dikatakan oleh petugas. Herman, petugas kandang melempar daging ayam yang sudah dipotong – potong 1 per 1 kedalam air. Daging tersebut langsung diserbu oleh Avatar dan Robin.

Anehnya masing – masing dari harimau tersebut menikmati santapannya sambil bersuara, ini adalah pertanda agar makanan yang sedang dimakan tidak direbut. Jika merasa terganggu, badan besarnya direndahkan sambil menunjukkan mata tajamnya kea rah musuh. Avatar dan Robin saling memandang untuk menjaga – jaga agar makanannya tidak diambil. Jarang melihat Robin dan Avatar berkelahi. Biasanya mereka berkelahi pada masa kawin atau pada musim kawin yaitu jika masing – masing dari mereka telah berumur 4 tahun.

Harimau tersebut hanya diberi makan 1 kali 1 hari tetapi dalam jumlah porsi yang banyak. Berat badan dari masing – masing harimau Bengala ini berkisar 250 kg. Dengan berat seberat itu, harimau ini masih bisa lompat ke pagar pembatas yang terbuat dari besi dengan tinggi sekitar 1 meer. Keadaan pagarnya pun sudah kurang layak untuk digunakan karena sudah besinya sudah karatan serta catnya yang sudah mengelupas

Bukan hanya pagar pembatasnya saja yang dinilai kurang memadai, tetapi keadaan kandang harimau tersebut yang sangat kotor. Banyak terlihat air yang tergenag di pojok – pojok kandang. Airnya terlihat sangat kotor karena warnanya yang hijau dikarenakan sudah berlumut. Tinggi airnya kurang lebih 1 meter. Keadaan ini diperparah dengan adanya daun – daun kering yang berserakat di seluruh kandang. Daun – daun ini berasal dari pohon sengon besar yang rindang dan daunnya yang menjuntai menutupi kandang harimau Bengala. Agar harimau ini tidak bisa lompat keluar dari kandangnya, dipasang tembok pembatas yang kondisinya juga sangat memprihatinkan. Pagar pembatas yang terbuat dari cor-an batu kali yang tingginya kurang lebih 3 meter ini sudah sangat jelek bahkan hamper ambruk.

Saya sempat menanyakan keadaan ini kepada petugas yang menjaga kandang harimau Bengala ini. Salah satu alasannya adalah kurangnya perhatian dari pemerintah untuk membantu menjaga kandang harimau Bengala ini.

Bicara soal masa kawin dari harimau Bengala ini, biasanya harimau ini harus pada usia 3 sampai 4 tahun saat dinilai alat reproduksinya sudah matang. Lama masa hamil berkisar antara 105 hari sampai 115 hari dari masa pembuahan. Lama hidup harimau ini jika di alam sekitar 10 tahun dan 20 tahun jika di pekarangan. Perbedaan ini disebabkan oleh kondisi alam yang mempengaruhi kondisi dari harimau itu sendiri serta perawatannya yang harus intensif.

PENULIS : Muh. Tofan Permana (206.612.091)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda